Tampilkan postingan dengan label bakamla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakamla. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

Sukses Ternak Lele Ala Fayakhun Bakamla Bagian II



Kalau Anda sudah selesai membuat kolam, langkah berikutnya yakni mempersiapkan kondisi kolam sehingga siap menampung benih ikan lele. Ada dua tahapan yang harus Anda lakukan, yaitu mengisi air di kolam dan melakukan pemupukan.
Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas cemaran limbah apapun. Isilah kolam hingga ketinggian kurang lebih 60 cm.
Langkah kedua, siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing atau domba. Masukan pupuk kandang tersebut ke dalam karung dengan ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang Anda buat berukuran 5×2 meter, berarti Anda bisa pakai pupuk sekitar 10-15 kg.
Selanjutnya, isi karung tersebut dibagi menjadi dua sama berat. Jadi, dalam satu kolam ada dua karung pupuk kandang. Masukan pupuk kandang tersebut (jangan dikeluarkan dari karungnya) ke dalam kolam. Anda boleh meletakannya di pinggir atau di tengah, yang penting posisi karung itu nantinya mengambang dan bergerak bebas.
Setelah seminggu, angkatlah kedua karung berisi pupuk tersebut. Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang ke dalam kolam supaya kandungan dalam pupuk terserap total oleh air. Anda bisa menebarkan benih ikan lele saat karung sudah diangkat total.
Penebaran benih ikan lele baik dilakukan pada saat pagi atau sore hari supaya terhindar dari terik matahari. Mengapa tidak boleh ditebar pada siang hari? Karena saat itu, kondisi air sedang sangat panas sehingga berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan lele karena stress.
Sebelum menebarkan benih ikan lele ke kolam, letakanlah benih tersebut di dalam wadah dari bahan plastik. Lalu, tebarkan benih dengan cara memiringkan wadahnya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit benih ikan lele.
a.       Benih ikan lele kini sudah ditebar di kolam. Saatnya menjalankan proses pemeliharaan. Ada dua poin penting yang harus Anda perhatikan dalam pemeliharaan, yakni pengelolaan air dan pemberian pakan.
b.      Air yang digunakan di dalam kolam lele, tidak disarankan untuk diganti sebelum masa panen. Kondisi air pun harus tenang dan tergenang. Hindari melakukan pengurasan air dengan cara sirkulasi karena berpotensi mengurangi kestabilan pH kolam.
c.       Anda boleh melakukan penambahan air setelah benih dimasukan dan diberikan pakan pertama kali (kalau pellet, jenis L1). Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm setiap pergantian pakan jenis tertentu hingga akhirnya mencapai 120 cm yang dipakai sampai masa panen.
d.      Poin kedua yang harus Anda perhatikan adalah pemberian pakan. Ada banyak jenis pakan yang bisa Anda berikan, misalnya pellet, keong mas, plankton, cacing dan lain-lain. Apapun jenis pakannya, yang paling penting adalah teknik dan waktu pemberiannya.
•           Pakan diberikan sebanyak 5-6 kali sehari. Jarak pemberian pakan sekitar 2-3 jam. Sebaiknya, berikan pakan ketika matahari sudah terbit supaya polusi yang mencemari daerah sekitar kolam dapat hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari.
Jika pada jadwal pemberian pakan ternyata turun hujan, sebaiknya jangan menebarkan pakan. Pemberian pakan saat hujan berpotensi pencemaran zat asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang tercemar akan mengganggu kesehatan ikan lele. Jadi, tunggulah hingga hujan reda kalau ingin memberikan pakan.
7. Waktunya Panen Ikan Lele
Budidaya pembesaran ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan untuk panen. Saat waktu panen tiba, takaran ikan lele 1 kg sudah berjumlah 7-8 ekor. Gunakanlah peralatan memanen yang berbahan licin dan halus agar tidak menimbulkan lecet pada ikan lele.
Cara memanennya, yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih dahulu. Kemudian, gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukan dalam wadah berbahan plastik. Anda juga bisa memakai jaring kalau air kolam masih cukup banyak.


Senin, 01 Mei 2017

Nasi Goreng Fayakhun Bakamla

Fayakhun Bakamla –bukan nama sebenarnya-, seorang pria asal Jawa Timur ini kini telah memiliki usaha sendiri yang namanya kian terkenal di dunia kuliner karena kelezatan rempahnya. Usaha itu tak lain adalah bisnis kuliner Nasi Goreng yang kini telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Berawal dari hobi berjualan kecil-kecilan dan berburu kuliner, ia jadikan bumbu rempah sebagai kunci kesuksesannya. Lantas, seperti apakah sosok pria yang akrab dipanggil Baka ini?
Jiwa bisnis nampaknya sudah dimiliki oleh Baka semenjak dirinya menginjak usia remaja. Ketika masih SMP, pria berusia 27 tahun ini mengaku sudah senang berjualan, seperti menjual kertas print dan sambel pecel yang merupakan usaha keluarga. Namun, tekadnya untuk serius menggeluti bisnis muncul ketika ia duduk di bangku kuliah. Namun, tekad saja tidak cukup tanpa adanya ilmu dan kurangnya networking. Maka dari itu, ia pun memperluas pergaulan untuk lebih memperluas networking-nya.
“Kuncinya ya, saya berusaha mencari ilmu dengan banyak bergaul. Bergaul pun jangan sembarangan, pilihlah teman yang bisa membantu membantu kita meng-upgrade diri,” ungkap pria kelahiran Surabaya ini ketika menjelaskan bagaimana awalnya ia memulai untuk menekuni bisnis. Selain itu, Baka juga menjelaskan bahwa baginya ilmu bisa dipelajari dimana saja, tak perlu hanya dengan menempuh pendidikan formal, tapi juga melalui pergaulan kita juga bisa mendapatkan ilmu. Tak dipungkiri, dalam membangun bisnis kuliner Nasi Goreng ini Baka mengalami hambatan, khususnya dalam membagi waktu dan konsentrasi. Pada saat Nasi Goreng berdiri, Baka masih menyusun skripsi dan dihadapkan dengan deadline untuk bisa lulus secepatnya bila tidak ingin di-drop out. Meskipun merasa lelah secara psikis maupun fisik, Baka merasa cukup puas ketika di tahun 2013 ia berhasil memulai bisnisnya sekaligus menuntaskan pendidikannya. Bahkan, berkat usaha dan kerja kerasnya dan rekan-rekannya, ia kini telah memiliki 30 cabang di beberapa kota besar di Indonesia.
Nasi Goreng Fayakhun Bakamla

Di tahun 2013, bersama dengan rekan-rekannya, Khaka mendirikan sebuah restoran nasi goreng bernama Nasi Goreng Mafia, yakni singkatan dari Nasi Goreng Makanan Favorit Indonesia. Dengan bermodalkan Rp 150 juta, Khaka dan rekan-rekannya mengusung konsep mafia pada nama menu-menunya, yakni NasGor Gangster, Godfather, Triad, Yakuza dan Preman. Namun, yang membuat nasi goreng ini berbeda dan unik adalah ragamnya rempah Indonesia dan beberapa level kepedasan yang digunakan untuk menambah cita rasa.