Kalau Anda sudah selesai membuat kolam, langkah berikutnya yakni
mempersiapkan kondisi kolam sehingga siap menampung benih ikan lele. Ada dua
tahapan yang harus Anda lakukan, yaitu mengisi air di kolam dan melakukan
pemupukan.
Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas cemaran
limbah apapun. Isilah kolam hingga ketinggian kurang lebih 60 cm.
Langkah kedua, siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran
kambing atau domba. Masukan pupuk kandang tersebut ke dalam karung dengan
ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang Anda buat berukuran 5×2 meter,
berarti Anda bisa pakai pupuk sekitar 10-15 kg.
Selanjutnya, isi karung tersebut dibagi menjadi dua sama berat.
Jadi, dalam satu kolam ada dua karung pupuk kandang. Masukan pupuk kandang
tersebut (jangan dikeluarkan dari karungnya) ke dalam kolam. Anda boleh
meletakannya di pinggir atau di tengah, yang penting posisi karung itu nantinya
mengambang dan bergerak bebas.
Setelah seminggu, angkatlah kedua karung berisi pupuk tersebut.
Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang ke dalam kolam supaya
kandungan dalam pupuk terserap total oleh air. Anda bisa menebarkan benih ikan
lele saat karung sudah diangkat total.
Penebaran benih ikan lele baik dilakukan pada saat pagi atau sore
hari supaya terhindar dari terik matahari. Mengapa tidak boleh ditebar pada
siang hari? Karena saat itu, kondisi air sedang sangat panas sehingga
berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan lele karena stress.
Sebelum menebarkan benih ikan lele ke kolam, letakanlah benih
tersebut di dalam wadah dari bahan plastik. Lalu, tebarkan benih dengan cara
memiringkan wadahnya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit benih ikan lele.
a.
Benih ikan lele kini sudah ditebar di kolam.
Saatnya menjalankan proses pemeliharaan. Ada dua poin penting yang harus Anda
perhatikan dalam pemeliharaan, yakni pengelolaan air dan pemberian pakan.
b.
Air yang digunakan di dalam kolam lele, tidak
disarankan untuk diganti sebelum masa panen. Kondisi air pun harus tenang dan
tergenang. Hindari melakukan pengurasan air dengan cara sirkulasi karena
berpotensi mengurangi kestabilan pH kolam.
c.
Anda boleh melakukan penambahan air setelah
benih dimasukan dan diberikan pakan pertama kali (kalau pellet, jenis L1).
Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm setiap pergantian pakan jenis
tertentu hingga akhirnya mencapai 120 cm yang dipakai sampai masa panen.
d.
Poin kedua yang harus Anda perhatikan adalah
pemberian pakan. Ada banyak jenis pakan yang bisa Anda berikan, misalnya
pellet, keong mas, plankton, cacing dan lain-lain. Apapun jenis pakannya, yang
paling penting adalah teknik dan waktu pemberiannya.
• Pakan diberikan sebanyak 5-6 kali
sehari. Jarak pemberian pakan sekitar 2-3 jam. Sebaiknya, berikan pakan ketika
matahari sudah terbit supaya polusi yang mencemari daerah sekitar kolam dapat
hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari.
Jika pada jadwal pemberian pakan ternyata turun hujan, sebaiknya
jangan menebarkan pakan. Pemberian pakan saat hujan berpotensi pencemaran zat
asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang tercemar akan mengganggu kesehatan
ikan lele. Jadi, tunggulah hingga hujan reda kalau ingin memberikan pakan.
7. Waktunya
Panen Ikan Lele
Budidaya pembesaran ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan
untuk panen. Saat waktu panen tiba, takaran ikan lele 1 kg sudah berjumlah 7-8
ekor. Gunakanlah peralatan memanen yang berbahan licin dan halus agar tidak
menimbulkan lecet pada ikan lele.
Cara memanennya, yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih
dahulu. Kemudian, gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukan dalam
wadah berbahan plastik. Anda juga bisa memakai jaring kalau air kolam masih
cukup banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar